Aksi yang dilakukan oleh BAPOMI ini melibatkan ratusan relawan yang menyisir garis pantai untuk mengambil setiap sampah yang ada. Program untuk pungut sampah ini difokuskan pada area-area yang menjadi pusat kegiatan nelayan dan destinasi wisata warga. Dengan tangan terbuka, para mahasiswa memunguti botol plastik, sisa jaring, hingga limbah rumah tangga yang tersangkut di akar bakau. Melindungi wilayah pesisir adalah tanggung jawab kolektif karena laut yang bersih adalah sumber kehidupan bagi ribuan nelayan di Pelalawan. Mahasiswa menunjukkan bahwa kekuatan fisik yang mereka latih di lapangan olahraga sangat bermanfaat saat digunakan untuk aksi pengabdian lingkungan seperti ini.
Selama kegiatan berlangsung, para relawan juga melakukan edukasi kepada pengunjung pantai mengenai bahaya membuang sampah sembarangan. Seringkali, masyarakat kurang menyadari bahwa satu lembar kantong plastik yang dibuang ke laut dapat membunuh penyu atau merusak terumbu karang yang menjadi rumah bagi ikan. Di wilayah Pelalawan, sinergi antara aksi bersih-bersih dan penyuluhan lingkungan dilakukan secara beriringan agar dampak yang dihasilkan bersifat jangka panjang. Kehadiran para mahasiswa di lapangan memberikan inspirasi bagi warga sekitar untuk mulai menyediakan tempat sampah yang layak di lingkungan tempat tinggal dan usaha mereka di tepi pantai.
Dampak dari gerakan ini langsung terlihat dengan wajah pesisir yang tampak jauh lebih asri dan nyaman dipandang. Selain manfaat estetika, pembersihan sampah plastik juga membantu mengurangi kontaminasi mikroplastik pada hasil laut yang dikonsumsi oleh manusia. BAPOMI berkomitmen untuk menjadikan aksi ini sebagai agenda rutin bulanan agar kebersihan yang sudah dicapai dapat terus dipertahankan. Dukungan dari pemerintah kabupaten dalam hal pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) sangat krusial untuk memastikan bahwa sampah yang sudah dikumpulkan tidak kembali lagi ke alam. Sinergi ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi lintas elemen dapat memberikan solusi efektif bagi masalah lingkungan.
Transformasi mental masyarakat untuk lebih mencintai laut adalah tujuan akhir dari program ini. Kita harus menyadari bahwa alam bukan warisan nenek moyang, melainkan titipan anak cucu yang harus dijaga kualitasnya. Dengan pesisir yang bersih, potensi wisata bahari di Pelalawan dapat berkembang lebih pesat, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga lokal.