Dalam dinamika kehidupan sosial, tidak jarang individu, termasuk mahasiswa yang berstatus sebagai atlet, terjebak dalam permasalahan hukum, baik sebagai korban maupun dalam situasi yang tidak terduga. Menyadari bahwa perlindungan terhadap anggota harus mencakup segala aspek kehidupan, BAPOMI Pelalawan melakukan langkah terobosan dengan membentuk unit bantuan hukum khusus. Program ini bertujuan untuk memastikan setiap mahasiswa mendapatkan hak Keadilan BAPOMI Pelalawan yang setara dan pendampingan yang layak saat mereka tersangkut masalah birokrasi atau hukum formal. Langkah ini menegaskan bahwa organisasi mahasiswa hadir sebagai pelindung sejati dalam segala kondisi.
Inisiatif ini lahir dari beberapa kasus di mana atlet mahasiswa seringkali tidak memahami hak-hak mereka saat menghadapi sengketa kontrak profesional atau permasalahan administratif lainnya. BAPOMI Pelalawan menggandeng praktisi hukum dan alumni fakultas hukum untuk memberikan layanan konsultasi gratis. Mereka menyadari bahwa fokus seorang atlet seringkali tercurah sepenuhnya pada latihan, sehingga aspek legalitas sering terabaikan. Dengan adanya program ini, para mahasiswa dapat kembali fokus pada prestasi mereka di lapangan tanpa harus merasa cemas atau terintimidasi oleh permasalahan hukum yang sedang mereka hadapi di luar arena.
Proses dampingi ini dilakukan secara profesional dan tertutup untuk menjaga privasi serta nama baik sang atlet dan institusi pendidikan. BAPOMI bertindak sebagai mediator yang menjembatani komunikasi antara mahasiswa dengan pihak-pihak terkait. Selain memberikan bantuan saat masalah terjadi, unit ini juga memberikan edukasi preventif mengenai pentingnya memahami kontrak olahraga, etika di ruang publik, serta konsekuensi hukum dari tindakan tertentu. BAPOMI ingin mencetak atlet yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga cerdas secara hukum dan memiliki integritas moral yang tinggi di tengah masyarakat.
Layanan ini mencakup berbagai kasus, mulai dari sengketa prestasi hingga perlindungan terhadap tindakan diskriminasi atau kekerasan di lingkungan olahraga. BAPOMI menekankan bahwa tidak boleh ada anggota yang merasa sendirian saat harus berhadapan hukum. Dukungan moral dan teknis yang diberikan sangat membantu stabilitas psikologis atlet, yang pada gilirannya berpengaruh pada performa mereka saat berkompetisi. Hal ini menciptakan rasa aman dan loyalitas yang tinggi dari mahasiswa terhadap organisasi, karena mereka tahu ada lembaga yang siap pasang badan jika mereka diperlakukan secara tidak adil atau semena-mena.