Isu perubahan iklim dan kerusakan lingkungan kini telah merambah ke berbagai sektor, termasuk dunia olahraga. Merespons tantangan global ini, Bapomi Pelalawan menginisiasi sebuah gerakan inovatif menuju tahun 2026 dengan tema Green Sports. Program kerja ini bukan hanya tentang bagaimana atlet mahasiswa meraih prestasi di gelanggang, tetapi juga bagaimana setiap aktivitas olahraga yang dilakukan dapat memberikan dampak positif atau setidaknya meminimalisir kerusakan terhadap lingkungan sekitar. Kampanye ini bertujuan untuk membentuk pola pikir baru di kalangan mahasiswa bahwa prestasi olahraga dan kelestarian alam adalah dua hal yang harus berjalan beriringan.
Fokus utama dari kampanye olahraga ini adalah penerapan prinsip keberlanjutan dalam setiap penyelenggaraan event olahraga mahasiswa. Di Pelalawan, setiap turnamen yang diadakan di bawah naungan Bapomi kini wajib menerapkan aturan bebas sampah plastik sekali pakai. Para atlet, ofisial, hingga penonton diimbau untuk membawa botol minum sendiri (tumblr) dan panitia menyediakan stasiun pengisian air minum secara gratis. Selain itu, manajemen limbah di area pertandingan dikelola secara ketat dengan memisahkan sampah organik dan anorganik. Langkah kecil ini jika dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar dalam mengurangi timbulan sampah di fasilitas olahraga daerah.
Penerapan konsep ramah lingkungan juga merambah ke aspek infrastruktur dan peralatan. Bapomi Pelalawan mendorong perguruan tinggi untuk mulai menggunakan energi terbarukan di fasilitas olahraga mereka, seperti penggunaan lampu bertenaga surya untuk lapangan outdoor. Selain itu, dalam pengadaan peralatan latihan, Bapomi mulai melirik produsen yang menggunakan bahan daur ulang atau material yang lebih berkelanjutan. Pendidikan mengenai pentingnya menjaga kebersihan sarana latihan juga ditanamkan kepada mahasiswa agar fasilitas yang ada memiliki masa pakai yang lebih lama, sehingga mengurangi frekuensi pembongkaran dan pembangunan ulang yang memakan banyak energi.
Program ini juga melibatkan aktivitas nyata yang menghubungkan olahraga dengan aksi lingkungan, seperti “Plugging” atau berlari sambil memungut sampah di area kampus dan hutan kota. Bapomi Pelalawan 2026 ingin membuktikan bahwa atlet mahasiswa adalah garda terdepan dalam aksi sosial. Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik para atlet melalui gerakan jongkok dan berdiri saat memungut sampah, tetapi juga membangun empati terhadap kondisi lingkungan. Mahasiswa diajarkan bahwa tubuh yang sehat hanya bisa bertahan di dalam lingkungan yang juga sehat. Kesadaran inilah yang ingin dijadikan identitas unik oleh atlet-atlet dari Pelalawan.