Isu Eksploitasi di kalangan atlet mahasiswa kembali mencuat, menuntut perhatian serius dari organisasi pembina. Di Pelalawan, Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) mengambil inisiatif untuk melawan Isu Eksploitasi ini dengan mendesak adanya perubahan mendasar pada Kontrak Atlet Kampus. Kontrak Atlet Kampus harus dibuat Transparan dan Adil, memastikan bahwa hak-hak atlet mahasiswa dilindungi dan tidak disalahgunakan demi kepentingan institusi atau pelatih.
Eksploitasi pada atlet mahasiswa dapat terjadi melalui berbagai cara, seperti pemaksaan latihan yang tidak manusiawi, penahanan atau pemotongan insentif tanpa alasan yang jelas, hingga penggunaan citra atlet untuk kepentingan komersial tanpa kompensasi yang layak. Akar masalahnya seringkali terletak pada Kontrak Atlet Kampus yang bersifat sepihak, rumit, dan lebih banyak memuat kewajiban daripada hak atlet.
BAPOMI Pelalawan yakin bahwa kunci untuk memberantas Isu Eksploitasi adalah melalui legalitas yang Transparan dan adil.
Menciptakan Kontrak Atlet Kampus yang Adil
Untuk menciptakan Kontrak Atlet yang Adil dan melindungi atlet dari Isu Eksploitasi, BAPOMI Pelalawan merekomendasikan perubahan berikut:
- Bahasa yang Jelas dan Aksesibel: Kontrak Atlet harus ditulis dalam bahasa yang mudah dipahami, menghindari jargon hukum yang rumit. Setiap poin hak dan kewajiban harus dijelaskan secara eksplisit, dan atlet harus diberikan waktu yang cukup untuk memahami kontrak sebelum menandatanganinya.
- Klausul Kompensasi Jelas: Kontrak harus merinci secara Transparan jumlah dan jadwal pemberian uang saku, beasiswa, dan insentif kemenangan. Jika ada pemotongan atau sanksi finansial, aturannya harus dijelaskan secara rinci dan objektif.
- Jaminan Kesehatan dan Pendidikan: Kontrak harus mencakup jaminan asuransi kesehatan, akses ke fisioterapi dan psikolog olahraga, serta komitmen kampus untuk mendukung jadwal akademis atlet (dual career).
- Klausul Penggunaan Citra: Penggunaan foto, video, atau nama atlet untuk promosi komersial kampus atau sponsor harus diatur secara Transparan, termasuk detail kompensasi yang akan diterima atlet. Penggunaan citra atlet tanpa izin tertulis atau kompensasi yang jelas adalah bentuk Eksploitasi.
- Mekanisme Penyelesaian Sengketa Independen: Kontrak harus mencantumkan mekanisme yang memungkinkan atlet untuk mengajukan keluhan atau sengketa secara independen dari jalur hierarki pelatih atau BAPOMI.