Air adalah komponen terbesar dalam tubuh manusia dan memegang peranan vital dalam setiap proses biologis, terutama saat melakukan aktivitas fisik yang menguras energi. Melalui gerakan Kampanye Hidrasi Simeulue, para atlet mahasiswa diingatkan kembali akan pentingnya konsumsi air putih secara teratur dan terukur. Di daerah kepulauan dengan kelembapan tinggi, risiko dehidrasi sering kali mengintai tanpa disadari, yang dapat berakibat fatal pada penurunan performa motorik dan ketajaman berpikir. Hidrasi yang tepat bukan sekadar minum saat merasa haus, melainkan sebuah strategi harian untuk memastikan seluruh organ tubuh berfungsi pada level optimal, menjaga suhu inti tetap stabil, dan melumasi persendian agar tetap fleksibel selama bertanding.
Kampanye ini menekankan pada pola “pre-hydrating, hydrating, and re-hydrating”. Artinya, atlet diajarkan untuk mulai meminum air putih jauh sebelum latihan dimulai guna memastikan cadangan cairan dalam sel sudah tercukupi. Saat latihan berlangsung, asupan air dilakukan dalam porsi kecil namun sering (sipping) untuk mencegah rasa kembung yang dapat mengganggu kenyamanan saat bergerak lincah. Simeulue, sebagai daerah yang dikelilingi laut, memiliki tantangan tersendiri dengan suhu udara yang panas, sehingga keringat yang keluar mengandung banyak cairan dan mineral berharga. Tanpa asupan air putih yang cukup, darah akan menjadi lebih kental, memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memompa oksigen, yang berujung pada kelelahan dini.
Salah satu fokus utama dari kampanye ini adalah mengedukasi mahasiswa mengenai bahaya dehidrasi terselubung. Gejala seperti mulut kering, pusing ringan, hingga warna urin yang gelap adalah tanda bahwa tubuh sudah berada dalam kondisi krisis cairan. Atlet mahasiswa diajarkan untuk melakukan pengecekan warna urin secara mandiri sebagai indikator paling sederhana namun akurat untuk memantau level hidrasi mereka. Dengan menjaga tubuh tetap terhidrasi, proses pembuangan sisa-sisa metabolisme atau racun dari dalam otot akan berjalan lebih cepat, sehingga mengurangi risiko kram dan mempercepat waktu pemulihan setelah sesi latihan yang berat atau pertandingan yang melelahkan.
Selain air putih, kampanye ini juga menyosialisasikan pentingnya menghindari minuman tinggi kafein dan soda yang bersifat diuretik, yang justru mempercepat keluarnya cairan dari tubuh. Air putih tetap menjadi standar emas hidrasi karena sifatnya yang netral dan mudah diserap oleh lambung. Di Simeulue, para atlet didorong untuk selalu membawa botol minum pribadi (tumbler) ke mana pun mereka pergi, termasuk ke dalam ruang kuliah. Kebiasaan ini tidak hanya mendukung kesehatan pribadi, tetapi juga mengurangi sampah plastik sekali pakai, sejalan dengan prinsip kelestarian alam di daerah kepulauan. Hidrasi adalah gaya hidup, bukan sekadar tindakan sesaat saat berada di pinggir lapangan.