Kegiatan bertajuk lomba video kreatif ini mengusung tema kehidupan sehari-hari atlet, mulai dari saat mereka bangun pagi untuk berlatih, menjalani aktivitas perkuliahan di kelas, hingga momen-momen melelahkan di pusat kebugaran. Konten dengan gaya penceritaan yang jujur ini ternyata mendapatkan sambutan luar biasa hingga menjadi topik hangat yang dibicarakan banyak orang. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa di balik sebuah kemenangan yang gemilang, terdapat ribuan jam latihan yang berat dan disiplin yang luar biasa ketat. Video-video tersebut menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara atlet dan para pendukungnya.

Fenomena yang menjadi viral di berbagai platform video pendek ini memberikan dampak positif yang sangat signifikan bagi citra olahraga di Pelalawan. Banyak mahasiswa yang sebelumnya tidak tertarik pada dunia olahraga mulai merasa terinspirasi setelah melihat keseimbangan hidup yang dijalani oleh para atlet. Mereka melihat bahwa menjadi seorang olahragawan bukan berarti mengabaikan tugas akademik, melainkan sebuah cara untuk mengasah karakter dan ketangguhan mental. Dampaknya, minat mahasiswa baru untuk bergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) olahraga meningkat drastis, menciptakan kolam bakat yang lebih besar bagi daerah di masa depan.

Inisiatif dari BAPOMI Pelalawan ini juga berfungsi sebagai sarana pengembangan diri bagi para atlet dalam hal literasi digital dan kemampuan bercerita (storytelling). Di era modern, seorang atlet profesional juga dituntut untuk mampu membangun persona publik yang positif guna menarik minat sponsor. Melalui lomba ini, mereka belajar cara mengambil sudut pandang kamera yang baik, mengedit video secara mandiri, hingga berinteraksi dengan pengikut di ruang digital secara bijak. Keterampilan ini akan sangat berguna bagi karir mereka, baik di dalam maupun di luar dunia olahraga setelah mereka menyelesaikan masa studi nantinya.

Panitia penyelenggara juga melibatkan juri-juri profesional dari kalangan sineas dan kreator konten untuk menilai karya para mahasiswa. Kriteria penilaian tidak hanya didasarkan pada kualitas teknis visual, tetapi juga pada kedalaman pesan dan orisinalitas ide yang disampaikan. Hadiah yang disediakan pun sangat menarik, mulai dari beasiswa pendidikan hingga peralatan latihan mutakhir. Hal ini memicu semangat kompetisi yang sehat di luar lapangan pertandingan. Setiap atlet berusaha memberikan yang terbaik untuk menunjukkan identitas kampus mereka masing-masing melalui karya seni visual yang menggugah semangat sportivitas.

Kategori: Berita