Klorin telah lama digunakan sebagai standar utama dalam disinfeksi kolam renang di seluruh dunia karena efektivitasnya dalam membunuh kuman. Namun, zat kimia ini juga memiliki sisi lain yang dapat memengaruhi sistem pernapasan atlet, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat asma atau sensitivitas paru yang tinggi. Keluhan mengenai sesak napas karena klorin sering kali muncul saat atlet melakukan latihan intensitas tinggi di kolam renang dalam ruangan (indoor) dengan ventilasi yang buruk. Bapomi Pelalawan memberikan perhatian khusus pada isu ini guna memastikan setiap atlet mahasiswa dapat bernapas dengan lega saat melakukan upaya maksimal di bawah air.
Rasa sesak atau dada yang terasa berat saat berenang biasanya dipicu oleh gas kloramin. Zat ini terbentuk ketika klorin bereaksi dengan zat organik seperti keringat atau urin yang dibawa oleh perenang. Gas kloramin bersifat lebih berat daripada udara dan cenderung berkumpul tepat di atas permukaan air kolam—area di mana perenang paling sering mengambil napas. Paparan gas iritan ini secara terus-menerus dapat menyebabkan peradangan pada saluran napas, memicu penyempitan bronkus, dan mengakibatkan gejala yang mirip dengan asma olahraga.
Dampak Paparan Kimia pada Kinerja Paru-Paru
Masalah ini menjadi serius bagi atlet mahasiswa di Pelalawan yang harus menjalani program latihan harian dengan volume tinggi. Ketika saluran napas mengalami iritasi, efisiensi pertukaran oksigen akan menurun drastis. Akibatnya, otot-otot tubuh tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup untuk mendukung kontraksi maksimal, sehingga performa renang menurun dan pemulihan antar set menjadi lebih lambat. Bapomi Pelalawan beri saran agar para atlet tidak mengabaikan gejala napas yang memendek atau batuk-batuk yang muncul setiap kali masuk ke lingkungan kolam renang tertentu.
Paparan kronis terhadap lingkungan kolam yang tidak sehat juga dapat meningkatkan risiko terjadinya “asma perenang”. Kondisi ini ditandai dengan hiperresponsivitas saluran napas yang menetap bahkan setelah atlet berada di luar kolam. Oleh karena itu, menjaga kualitas udara di sekitar kolam renang sama pentingnya dengan menjaga kejernihan airnya. Ventilasi yang baik harus mampu menarik keluar udara jenuh kloramin dan menggantinya dengan udara segar dari luar secara terus-menerus.