Menjelang hari raya Idulfitri, tekanan kebutuhan ekonomi sering kali meningkat drastis. Mulai dari kebutuhan pangan, pakaian baru, hingga biaya transportasi untuk mudik, semua memerlukan dana yang tidak sedikit. Di tengah situasi ini, banyak masyarakat yang tergiur dengan kemudahan akses pinjaman cepat yang ditawarkan oleh berbagai platform digital. Sayangnya, kurangnya pemahaman tentang pengelolaan uang sering kali menjebak warga ke dalam lingkaran utang yang merugikan. Mengantisipasi hal tersebut, kelompok mahasiswa ekonomi syariah bergerak memberikan edukasi mengenai literasi keuangan syariah untuk membantu masyarakat mengelola anggaran secara bijak.
Misi utama dari gerakan ini adalah memberikan pemahaman agar masyarakat bisa hindari pinjol (pinjaman online) ilegal yang sering kali menggunakan praktik bunga yang mencekik dan cara penagihan yang tidak beretika. Mahasiswa menjelaskan bahwa prinsip dasar dalam ekonomi Islam adalah keadilan dan saling tolong-menolong, bukan eksploitasi. Melalui edukasi ini, warga diajak untuk lebih rasional dalam membedakan antara kebutuhan mendesak dan keinginan konsumtif semata. Edukasi ini menjadi sangat krusial saat memasuki pekan-pekan terakhir Ramadan, di mana godaan untuk berbelanja berlebihan berada pada titik tertinggi.
Strategi yang digunakan dalam menyebarkan literasi keuangan ini dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari diskusi ringan setelah salat Tarawih di masjid-masjid hingga penyebaran konten infografis di media sosial. Mahasiswa memberikan tips praktis mengenai cara menyusun skala prioritas pengeluaran saat lebaran. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah pentingnya menyisihkan dana untuk zakat, infak, dan sedekah terlebih dahulu sebelum mengalokasikan dana untuk konsumsi. Dengan menerapkan prinsip syariah, masyarakat diajarkan untuk meraih keberkahan harta, bukan sekadar menumpuk barang.
Selain bahaya pinjaman ilegal, mahasiswa juga memperkenalkan produk-produk keuangan syariah yang legal dan aman sebagai alternatif, seperti tabungan kurban atau simpanan pendidikan di koperasi syariah setempat. Mereka memberikan panduan tentang cara memeriksa legalitas sebuah lembaga keuangan melalui situs resmi otoritas terkait. Inisiatif mahasiswa ini bertujuan untuk membangun masyarakat yang cerdas secara finansial dan tidak mudah tergiur oleh janji-janji manis pinjaman instan yang sering kali berakhir dengan bencana finansial bagi keluarga di kemudian hari.